RUU APP

Ah, knp ya rasanya yg berteriak-teriak di milis cmn yg anti RUU APP? Apakah krn air beriak tanda tak dalam? Ups .. no offense ya

Cmn saya ingin bersuara mendukung RUU APP aja lah. Krn masalah norma kesusilaan dan norma agama bukanlah demokrasi. Bukan krn seni, bukan krn demokrasi, bukan krn pariwisata. Bukan karena harta dan bukan pula karena ego. Maka harkat dan martabat dikorbankan. Bukan pula norma-norma diabaikan

Janganlah kita seperti orang2 barat. Yg telah kehilangan norma-normanya. Tahukah, bikini ini dulunya ditolak saat baru diciptakan di eropa. ditolak keras ketika masuk amerika. Krn norma di mereka masih menghendaki tertutupnya aurat

Tapi, akhirnya karena orang eropa suka berbikini. Akhirnya mereka pun tertarik pula. Apakah kita ingin jd bangsa yg ikut2an?. Ikut2an merusak diri?

Norma dan agama bukanlah demokrasi. Ini bukan untuk diperdebatkan

Jika semua orang ingin agar zinah, judi, mabuk, maling diijinkan Apakah itu juga akan dibolehkan? Bukankah itu demokrasi jk semua menginginkan?

Norma kesusilaan dan norma agama bukan demokrasi. Norma2 ada utk menjaga kehidupan manusia. Norma2 ada sbg dasar manusia membuat hukum. Bukan hukum yg mengatur norma2

Ah, knp bangsaku skr menjadi bangsa yang begini berubah. Sudah tidak malu lagi melanggar norma2 yg ada. Sudah tidak malu lagi berbuat kejahatan

Ah … Skr aku yg malu menjadi bagian dr masyarakat ini. Tapi aku percaya, masih banyak orang yg seperti aku

Air yg tenang selalu menghanyutkan. Bukankah tong kosong itu nyaring bunyinya?

3 Responses to “RUU APP”

  1. Indera Says:

    Kalau sebagian orang memaksa orang lain untuk ikut standar norma yang dianut, jelas pelanggaran terhadap kebebasan dan hak asasi manusia. Memang sebaiknya negara ini dipecah-pecah sekalian, masing-masing dengan aturan dan norma yang berbeda. Jadi tidak ada pemaksaan, everybody happy…

    Dan kalau menyatakan pendapat dibilang “tak dalam”, wah ya susah, he he

    Jadi inget debat ketua umum FBR dan Ratna Sarumpaet, setiap Ratna mau ngomong diteriakin “bejat kamu, bejat”…

    Tolak RUU APP…

  2. Ampuh Says:

    Betul Juga Bos..
    Cuma seperti yang anda bilang, itu adalah NORMA…
    Jadi sebaiknya yang mengatur juga hati dan akal, jangan sebuah hukum (buatan manusia). biarlah yang mengatur/menilai itu semua adalah hati (buatan Tuhan).
    Yang justru ditakutkan saya adalah akan dimanfaatkannya celah hukum yang bisa dipakai untuk menghancurkan semua itu (karena hukum buatan manusia pada dasarnya tidak ada yang sempurna) tahu ndiri kan, orang yang korupsi dan membunuh aja bisa lolos dengan celah hukum dan itu legal! hukum mengatur lolosnya orang “sakit”.

    Nah, saya sendiri bukan pro pornografi, cuma tidak pro dengan RUU-nya saja.

    Sekarang aja sudah ada bukti baru bahwa ternyata RUU yang disosialisasikan ada 2 versi yang ditandatangani orang yang sama pada tanggal yang sama. (sudah tahu kan)

    Masing-masing untuk menyenangkan hati kedua belah pihak.hehe,…nah lho…

    Hanya sebuah pendapat

  3. ADHI Says:

    Naon iye? re’ demo?

Leave a Reply