hidup lebaran
tidak terasa libur seminggu selama lebaran telah berlalu … rasa capek dan pegal bercampur haru biru suasana lebaran mulai menghilang.
perjalanan panjang 12 jam dari ambon-semarang pun mulai menguap dari memori. pesawat ambon-makassar-surabaya yg disambung dgn perjalan kereta surabaya-semarang seakan-akan menjadi musik pengiring aktifitasku.
tak banyak yg kulakukan selama di semarang. aku pun tak sempat berkeliling mengunjungi rekan-rekanku. karena semua orang mendadak sulit dihubungi. maklumlah, lebaran.
selain sempat ke magelang-kebumen yg melelahkan. praktis aku hanya sempat mengunjungi beberapa pusat perbelanjaan saja.
hanya ada 4 teman yg kutemui selama liburanku. 4 orang yg cukup istimewa, krn mereka semua merupakan orang nomor 1 di lingkungannya. dan semuanya bertemu secara tidak sengaja di pusat pertokoan di semarang.
yg pertama eko, mantan orang nomor 1 di senat mahasiswa FE Undip yg namanya pun sudah nyaris ku lupakan. kemudian imam muthohar, makhluk paling cerdas di sma 3 semarang. tak lupa sang putri, salah seorang tercantik yg pernah kukenal. dan gustaf fahri, warga semarang paling dekat dgnku saat ini, krn dia pun saat ini terdampar di ambon. sempat menemani saat-saat makan sahurku.
uh, jadi menyesal .. tidak sempet bertemu my aiesec fellow, my old crazy friend .. pa kabar semua?
maap ngga bisa ketemuan ya … karena senin malam beta su berangkat ke surabaya buat ngejar pesawat pagi ke ambon dari surabaya.
miz u all